Ketika
mendengar kata alun-alun, bayanganku adalah tempat yang sejuk dengan banyak
pepohonan, bunga, tempat duduk yang nyaman dan banyak orang jualan di
sekitarnya. Pastinya akan banyak orang yang datang, termasuk anak-anak yang
akan bermain di taman alun-alun.
Namun,
seketika bayangan itu lenyap ketika aku melihat alun-alun kota Bangil, sangat
jauh berbeda dengan alun-alun di kota Malang. Tempatnya cukup gersang, hanya ada
pepohonan besar, jarang ada bunga yang menghiasinya, apalagi taman bermain
untuk anak.
Di
alun-alun Bangil hanya terdapat lapangan yang luas untuk olah raga, pendopo dan
gerbang depan alun-alun-alun yang nampak sedikit besar, sehingga akan terlihat
langsung jika ada orang yang sekilas lewat.
Alun-alun
Bangil mungkin lebih dimanfaatkan untuk tempat olahraga, upacara dan
acara-acara penting yang membutuhkan tempat yang luas. Sedangkan di pinggiran
alun-alun berjajar orang berjualan. Di malam hari biasanya dimanfaatkan oleh
para remaja untuk cangkrukan.
Pada
hari Minggu alun-alun Bangil cukup ramai, biasanya digunakan untuk lari-lari
pagi untuk masyarakat di sekitar, sedangkan orang yang berjualan di daerah
alun-alun seolah mengeruk rejeki dengan berkumpulnya banyak orang ketika hari
Minggu. Para penjual makanan jumlahnya lebih banyak dibandingkan hari biasa.
Makanan
yang dijual beraneka ragam, mulai dari es campur, ayam crispy, mie ayam, mie
ceker, sate, cilok, kupang lontong, dan makanan yang kutemukan di hanya di
Bangil tetapi tidak ada di kota lain adalah mie cilok. Seporsi hanya 3000,
dengan satu mangkok penuh.
Saya
biasanya suka makan mie cilok di alun-alun, dengan hanya 4000 saya sudah
mendapatkan 1 porsi mie cilok dan 1 gelas es. Sangat murah dan tentunya sangat
hemat. Jika ingin kenyang tapi murah, mungkin solusinya makan mie cilok
ini.
Alun-alun
Bangil berlokasi di pusat kota dekat jalan raya besar, sebelah barat alun-alun
ada masjid besar yaitu Masjid Jami. Masjid tersebut merupakan tempat beribadah
masyarakat yang ada di sekitar alun-alun dan pendatang.
Walaupun
alun-alun Bangil berbeda dengan alun-alun pada umumnya, saya sesekali tetap
jalan-jalan ke alun-alun, setidaknya saya merindukan untuk kuliner di
alun-alun, karena banyak sekali makanan dan jajanan di daerah sekitar
alun-alun.
By: Zahara Putri
Bangil, 20 Desember 2015
14.18 wib
Artikel keren lainnya:
Belum pernah ke Bangil, semoga ada kesempatan jalan-jalan ke sana. Tetap semangat ngeblog.
BalasHapusIya, ayo ke Bangil. Sekarang alun-alunnya da bagus.
Hapus